KASUS KOPERASI UNIT DESA

ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI







NAMA           : NURAINI SETYA NINGSIH
NPM               : 25215207
KELAS          : 2EB06
DOSEN          : TRI DAMAYANTI





UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2016 – 2017
KASUS KOPERASI UNIT DESA (KUD) SEBAGAI PEMBANGUNA DESA
Koperasi Unit Desa adalah suatu Koperasi serba usaha yang beranggotakan penduduk desa dan berlokasi didaerah pedesaan, daerah kerjanya biasanya mencangkup satu wilayah kecamatan. Pembentukan KUD ini merupakan penyatuan dari beberapa Koperasi pertanian yang kecil dan banyak jumlahnya dipedesaan. Selain itu KUD memang secara resmi didorong perkembangannya oleh pemerintah.
Menurut instruksi presiden Republik Indonesia No 4 Tahun 1984 Pasal 1 Ayat (2) disebutkan bahwa pengembangan KUD diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat layanan kegiatan perekonomian didaerah pedesaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional dan dibina serta dikembangkan secara terpadu melalui program lintas sektoral. Adanya bantuan dari pemerintah tersebut ditujukan agar masyarakat dapat menikmati kemakmuran secara merata dengan tujuan masyarakat yang adil makmur akan juga tercapai dengan melalui pembangunan dibidang ekonomi, misalnya dengan memberikan kredit kepada pihak-pihak yang ekonominya masih lemah atau rakyat kecil terutama didaerah pedesaan Dalam menjalankan usaha koperasi diarahkan pada usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota, baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraannya.
1.      Contoh Kasus dan Hasil Pelakasaan Pembinaan Koperasi / KUD
a.    Bimbingan dan pengembangan usaha koperasi
Kegiatan-kegiatan bimbingan dan pengembangan usaha koperasi bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berusaha koperasi agar semakin mampu berfungsi sebagai organisasi usaha demi kepentingan para anggota-anggotanya. Kegiatan tersebut meliputi penyelenggaraan pendidikan dan latihan bagi para manajer, juru buku, petugas gudang, petugas distribusi pupuk dan obat-obatan pertanian, petugas perkreditan dan sebagainya. Di samping itu bagi koperasi-koperasi primer, khususnya KUD, dibuka kesempatan untuk melaksanakan berbagai   jenis usaha. Dan untuk itu diusahakan agar bagi koperasi - koperasi  primer tersebut dapat tersedia fasilitas perkreditan dengan syarat-syarat yang layak. Perkembangan usaha koperasi sebagai basil bimbingan yang dilaksanakan dari tahun ke tahun adalah sebagai berikut :
a.        Pemasaran pangan
Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan harga dasar, KUD    diberi kesempatan untuk melaksanakan pembelian gabah/beras dari    para petani. Gabah/beras yang berhasil dibeli dari para petani oleh  KUD, sebagian dijual kepada Dolog setempat untuk kepentingan    sarana penyangga Pemerintah, dan sisanya dijual di pasaran umum, kita dapat melihat dari tabel 1 dan tabel 2 sebagai berikut ini:



TABEL XI-1
PERKEMBANGAN PENGADAAN BERAS STOCK NASIONAL OLEH KUD,
1978/79 — 1979/80
Pengadaan Beras       Dana Kredit yang diberikan
Tahun
Jumlah KUD
Jumlah Beras
(ton)
Jumlah KUD
Jumlah Kredit
(juta rp)
1978/7
2.127
277.370
2.554
17.998,2
1979/80
 1.764
235.523
2.925
19.000,0
TABEL XI — 2
PERKEMBANGAN PENGADAAN BERAS UNTUK PASAR UMUM OLEH KUD
1078/79 – 1979/80
Tahun                                          Pengadaan Beras
Jumlah KUD                               Jumlah Beras (Ton)
1978/79                    1.951               142.222
1979/80                   1.642                   114.089

2.       Permasalahan Koperasi Unit Desa
Untuk mewujudkan KUD agar bisa menjadi soko guru perekonomian rakyat pedesaan, pemerintah mengadakan program pembinaan dan pengembangan KUD karena KUD belum mampu menjalankan usahanya secara sendiri apalagi mengembangkannya. Hal ini disebabkan oleh adanya permasalahan yang cukup berat bagi KUD. Permasalahan terdiri dari,
a.    Permasalahan Ekstern seperti:
  - Masyarakat belum mampu sepenuhnya diyakinkan bahwa koperasi merupakan sarana yang   efektif dalam mengatasi kelemahan ekonomis dan dalam meningkatkan kesejahteraannya.
- Belum adanya rencana induk pengembangan koperasi yang terpadu.
- Belum adanya prasarana yang memadai untuk bisa membangkitkan kegairahan berkoperasi.
b.    Permasalahan Intern seperti:
- KUD lemah dalam organisasi dan manajemen
- Sarana pelayanan dan modal yang belum memadai
- Kurangnya pengarahan yang tepat dalam kesinambungan pengembangan kegiatan ekonomi
- Dengan penyempurnaan organisasi intern dan ekstern KUD
- Dengan memperbaiki manajemen koperasi

3.      Keberhasilan dan Kekurangan Koperasi Unit Desa
a.    Keberhasilan dari Koperasi Unit Desa
  - Baik tidaknya alat perlengkapan organisasi yaitu rapat anggota dalam pengurus koperasi dan badan pemeriksa koperasi.
 - Seberapa jauh kegiatan koperasi unit desa mampu mengelola tugas yang dibebankan oleh pemerintah seperti pengadaan sarana produksi, kredit candak kulak, partisipasi anggota dan lain-lain.
b.    Kekurangan dari Koperasi Unit Desa
- Pejabat koperasi sebagai Pembina KUD terlalu cepat memberi bantuan berupa kredit kepada KUD tanpa disertai pembinaan dan pengawasan yang insentif..
- Jumlah tenaga pembina koperasi tidak sebanding dengan luas wilayah dan jumlah anggota masyarakat yang dilayani.
- Pejabat koperasi tidak tegas dalam mengambil keputusan terhadap pengurus KUD yang tidak menjalankan fungsi dengan baik.

4.      .Pembangunan Perekonomian Desa
Berdasarkan sensus penduduk tahun 1980, sekitar 78% penduduk Indonesia bermukim di pedesaan. Dengan demikian, pedesaan potensi yang besar dari segi penawaran faktor produksi terutama tenaga kerja, maupun permintaan dari hasil diluar sektor pertanian. Sebagian besar masyarakat pedesaan ini hidup dari kegiatan pertanian “pembangunan perekonomian desa tak lepas dari pemerintah. Pemerintah mensiasatinya dengan strategi pembangunan. Yaaitu suatu kombinasi dari kebijaksanaan dan program yang bertujuan untuk mempengaruhi pola dan laju pertumbuhan ekonomi” (Johnston dan Kilby, 1975).
Selanjutnya strategi pembangunan perekonomian desa mencakup :
- Program pembinaan kelembagaan
- Program penanaman modal pada prasarana fisik, sosial dan ekonomi.
- Prograam penyempurnaan pemasaran faktor produksi dan komoditi pertanian,
- Perumusan kebijaksanaan harga.


5.      Meningkatkan Koperasi Unit Desa
Cara peningkatan perekonomian desa untuk meningkatkan perekonomian nasional:
1.    Bentuk koperasi disetiap desa, anggota semua warga desa , pendirian sesuai dengan prinsip koperasi yang sebenarnya, sesuai yang disarankan Bung Hatta. Yaitu modal dari anggota dan kemakmuran untuk anggota. Bentuk koperasi serba usaha baik untuk pupuk. Sembako, material, dan lain-lain.
2.    Jangan membuka koperasi hanya untuk simpan pinjam karena memiliki resiko yang lebih besar, bila salah penggunaan uang maka berakibat macet dikemudian hari.
3.    Perlu dilakukan penyuluhan bagaimana menangani koperasi secara professional.
4.    Perlu penyuluhan bagaimana cara meningkatkan hasil pertanian, beternak atau perkebunan jika ada.
5.    Arahkan warga desa untuk tidak selalu menggunakan pupuk kimia. Arahkan warga untuk menggunakan pupuk organicSemua warga dibina untuk tidak selalu membeli barang yang sifatnya konsumtif, arahkan warga dalam pembelian barang kanya karena kebutuhan dan bukan karena ketertarikan yang disebabkan oleh iklan baik di TV , majalah atau Koran.

6.      Upaya Mempertahankan Koperasi Unit Desa
Bukan penyelesaian yang mudah untuk menjadikan KUD sebagai unjung tombak peningkatan keejahteraan petani. Ketersediaan pupuk dan sarana produksi pertanian terjamin dengan harga yang kompetitif. Kondisi yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kesejahteraan petani :
a.    Modal
Langkah yang paling mungkin untuk mendapatkan dana murah adalah adanya dukungan modal dari pemerintah melalui APBD dan APBN. Pemerintah daerah mapun pusat dapat mengalokasikan dalam bentuk dana bergulir.
b.    Pengurus dan Manajer yang terlatih
Pengurus dan manajer koperasi unit desa harus jujur, bijaksana dan harus memiliki jiwa kewirausahaan. Dan harus ada manajer yang terlatih bila ada dukungan dana yang kuat.
c.    Kemitraan yang terus berlanjut
KUD harus menjalin kemitraan untuk berkelanjutan program-programnya. Disini KUD harus menjalin hubungan yang harmonis dengan pihak perbankan sebagai penyedia dana, dengan pabrik/ gudang pupuk untuk mendapatkah harga yang lebih murah, menjalin hubungan dengan Bulog untuk pembelian beras.
d.    Dukungan dari pemerintah
Pemerintah juga harus memberikan dukungan yang kuat dari sisi permodalan KUD dan kebijakan. Pemerintah bisa mengalokasikan dana murah melalui APBD dan APBN (bukan subsidi). Kebijakan yang dilakukan pemerintah dapat melakukan kerjasama dengan pabrik  pupuk untuk memberikan akses kepada KUD untuk mendapatkan pasokan lansung.
e.    Dukungan dari anggota
Anggota KUD sebaiknya mendukung program KUD untuk mewujudkan kesejahteraan mereka sendiri. Dengan kemampuan KUD membeli gabah petani dengan harga pantas dan penyediaan pupuk dengan harga bersaing, maka anggota dengan sendiri akan bertransaksi dengan KUD.
f.     Mengutamakan pelayanan kebutuhan anggota
Pelayanan yang diberikan KUD kepad anggota seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan anggota. Misalnya mayoritas anggota adalah petani maka seharusnya penyediaan pupuk dan pembelian gabah menjadi bisnis utamanya.













KESIMPULAN
Menurut saya Koperasi Unit Desa atau (KUD) seharusnya bisa menjadi penopang/pembantu kehidupan masyarakat pedesaan yang mayoritas adalah golongan menengah kebawah. Koperasi unit desa harus bisa menjadikan masyarakat sekitarnya sadar akan pentingnya suatu lembaga yang bernama koperasi dimana tujuannya adalah menyejahterakan kehidupan masyarakat. Seperti contoh ketidakmampuan  untuk mengangkat nilai tukar petani. Intinya KUD masih belum menjadi penyelemat petani.akan memunculkan niat bahwa KUD belum bisa menjadi penyelamat petani. Dengan masalah yang seperti ini hendaknya KUD bisa memperkenalkan bagaimana system koperasi itu dan membangun struktur koperasi yang terarah dan sistematis. Setelah itu peran pemerintah juga penting untuk mendampingi usaha koperasi yang ada dipedesaan. Lalu membangun kerjasama yang baik serta memberikan penyuluhan tentang koperasi unit desa. Dengan cara itu semoga para petani dan masyarakat tidak terpengaruh terhadap institusi pedesaan yang baru.




















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas home industri sepatu

bisnis kuliner toge goreng betawi

MACET LENTENG AGUNG